Nama Kursus
|
:
|
Doktrin
Allah Sejati
|
Nama
Pelajaran
|
:
|
Doktrin
Tritunggal
|
Kode
Pelajaran
|
:
|
DAS-P04
|
Pelajaran 04.
DOKTRIN TRITUNGGAL
Daftar Isi
- Pengertian Tritunggal
- Bukti-Bukti Alkitab
- Doktrin Tritunggal dalam Sejarah
- Isi Doktrin Tritunggal
- Hubungan Antara Ketiga Pribadi Tritunggal
- Pentingnya Doktrin Tritunggal dalam Iman
Kristen
Doa
DOKTRIN
TRITUNGGAL
"Karena
itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama
Bapa dan Anak dan Roh Kudus". (Matius 28:29)- Pengertian Tritunggal
Tritunggal adalah Allah yang esa, yang ada secara kekal sebagai
tiga Pribadi yaitu Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus, yang masing-masing Pribadi
itu penuh sempurna keallahannya.
B. Bukti-bukti
Alkitab
Alkitab berbicara tentang Allah sebagai tiga oknum yang dapat
dibedakan, yang biasa disebut sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Istilah teknis
untuk gagasan ini, Tritunggal, tidak terdapat dalam Alkitab, tetapi termasuk
golongan istilah yang bersifat alkitabiah dalam arti mengungkapkan dengan jelas
ajaran Alkitab. Meskipun istilah Tritunggal tidak muncul dalam Alkitab, namun
demikian, ide dan prinsipnya ada di banyak tempat dalam Alkitab.
- Perjanjian Lama Memberikan Penyataan
yang Tidak Lengkap
Sebagian dari bapa-bapa gereja awal dan juga teolog-teolog masa
kini, dengan tidak memperhatikan karakter progresif dari wahyu Allah, memberi
kesan bahwa doktrin Allah Tritunggal telah secara lengkap dinyatakan dalam
Perjanjian Lama. Perjanjian Lama mengandung isyarat tentang
"kepenuhan" dalam Allah yang merupakan landasan ajaran Perjanjian
Baru tentang Tritunggal. Ada sebutan mengenai "malaikat Tuhan" yang
disamakan dengan Allah, tetapi berbeda dengan Allah. Perjanjian Lama juga
menyebutkan Roh Allah sebagai wakil pribadi Allah. Ada juga disebutkan tentang
hikmat Allah, khususnya dalam Amsal 8, sebagai perwujudan Allah di dunia, dan
mengenai firman Allah sebagai ungkapan yang kreatif. Ada juga nubuat yang
menyamakan Mesias yang sudah lama ditunggu-tunggu itu dengan Allah. Jelaslah
bahwa Perjanjian Lama tidak mengajarkan mengenai Tritunggal secara lengkap,
tetapi dengan menyajikan keesaan Allah dalam bentuk jamak, ulasan ini
mendahului ajaran Perjanjian Baru yang lebih lengkap.
- Perjanjian Baru Memberikan Konsep yang
Lengkap Tentang Tritunggal
Ajaran tentang Tritunggal diuraikan dengan lebih jelas dalam
Perjanjian Baru daripada dalam Perjanjian Lama. Perjanjian Baru membawa wahyu
yang lebih jelas akan perbedaan-perbedaan dalam diri Allah Tritunggal. Jika
dalam Perjanjian Lama Yehova dikatakan sebagai pembebas dan penyelamat umat-Nya
(Mazmur 19:14), dalam Perjanjian Baru Allah Putra benar-benar ada dalam keadaan
itu (Matius 1:21). Dan jika dalam Perjanjian Lama dikatakan bahwa Yehovalah
yang tinggal di antara umat Israel dan dalam hati mereka yang takut akan Dia
(Mazmur 74:2), dalam Perjanjian Baru Roh Kuduslah yang tinggal dalam gereja
(Kisah Para Rasul 2:4). Perjanjian Baru memberikan wahyu yang jelas bahwa Allah
mengirimkan putra-Nya ke dalam dunia (Yohanes 3:16), dan tentang Allah Bapa dan
Allah Putra yang mengirimkan Roh Kudus ke dalam dunia (Yohanes 14:26). Dan juga
beberapa kali ketiga pribadi tritunggal ditampilkan bersama dan tampaknya
setara satu dengan yang lain. Pada saat Yesus dibaptis, Roh turun ke atas-Nya
dan suara Allah terdengar dari sorga serta menyatakan Yesus sebagai Anak yang
dikasihi-Nya. Yesus berdoa agar Bapa mengutus seorang penolong yang lain. Para
murid ditugaskan untuk membaptis orang dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Ketiga pribadi dalam Tritunggal itu bergabung bersama-sama dalam melaksanakan
pekerjaan mereka. Lagi pula, doa berkat rasuli mempersatukan ketiga oknum
Tritunggal tersebut (2 Korintus 13:13).
Dalam 1 Petrus 1:2, "Yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai
dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat
kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan
damai sejahtera makin melimpah atas kamu."
- Doktrin Tritunggal dalam Sejarah
1. Sejak zaman
Perjanjian Lama, bangsa Yahudi selalu menekankan tentang keesaan Allah dan
konsep ini dibawa sampai abad-abad pertama masehi.
2. Pada abad
ke-2, Tertulianus memformulasikan doktrin ini; tetapi masih banyak
kekurangannya (belum sempurna). Tertulianus (165 M - 220 M) adalah orang
pertama yang menemukan istilah "Trinity" (Tritunggal). Tertulianus
berusaha untuk memberikan penjelasan yang alkitabiah tentang ajaran Tritunggal,
karena pada saat itu di gereja banyak tersebar pengajaran Monarkianisme. Ajaran
sesat Monarkianisme digolongkan menjadi dua bagian:
a. Monarkianisme
Dinamis (adoptionisme): Yesus adalah manusia biasa yang diadopsi oleh Allah dan
diberikan kekuatan khusus pada saat Ia dibaptis.
b. Monarkianisme
Modalistis: Allah adalah satu, tetapi muncul (tampil) kepada manusia dalam 3
mode (bentuk), yaitu Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus.
3. Arius (250 M -
336 M) dari Aleksandria menentang ajaran Tritunggal. Ia tidak setuju akan
keallahan Anak dan Roh Kudus, berdasarkan Kolose 1:15. Di Konsili Nicea (325 M)
ajaran Arian ini ditentang habis-habisan oleh Athanasius, demikian juga di
Konsili Konstantinopel (381 M). Perdebatan yang paling utama adalah mengenai
dua istilah yang dipakai untuk menjelaskan tentang keallahan Yesus dan Roh
Kudus.
4. Subordinasionisme
adalah ajaran yang juga menyimpang dari Alkitab. Mereka mengakui keallahan Anak
dan Roh Kudus, tetapi stratanya tetap lebih rendah dari keallahan Bapa.
Athanasius berjuang hampir 17 tahun untuk mengembalikan doktrin ini kepada
kebenaran Alkitab. Akhirnya, dalam Konsili Konstantinopel (381 M) Kaisar
Konstantin memihak kepada Athanasius. Athanasius memberikan pandangan yang
sehat: Kristus dilahirkan dari Bapa dan memunyai kesetaraan dengan Bapa, tidak
bersubordinasi. Namun demikian, Athanasius belum cukup puas karena
kemenangannya hanyalah karena kekuatan kekuasaan Konstantin. Setelah kaisar
Konstantin digantikan oleh penggantinya, ternyata penggantinya lebih memihak
kepada kaum Arian.
5. Pada
pertengahan abad ke-4, seorang teolog dari Kapadokia (Asia Kecil Timur)
memberikan doktrin Tritunggal yang definitif dan mengalahkan ajaran Arianisme.
6. Doktrin
Tritunggal yang paling tuntas diformulasikan pada masa Agustinus (354 M - 430
M). Ia menulis dalam bukunya "De Trinitate". Allah Bapa, Allah Anak,
dan Allah Roh Kudus tidak memiliki subordinasi, tetapi kesetaraan. Satu esensi
Allah dengan 3 pribadi seperti apa yang diajarkan dalam Alkitab.
7. Sesudah masa
Reformasi, para reformator seperti Martin Luther dan John Calvin, tidak menolak
doktrin Tritunggal versi Athanasius. Martin Luther mengatakan bahwa doktrin
Tritunggal harus diterima dengan iman, walaupun tidak bisa dijelaskan dengan
tuntas, karena ada dalam Alkitab. Sedangkan Calvin menulis penjelasan tentang
Tritunggal dalam bukunya Institutio. Pandangan modern tentang Tritunggal
bervariasi, tetapi tidak ada hal yang baru lagi. Semua kesalahan yang dilakukan
oleh teolog-teolog modern sudah pernah terjadi sebelumnya.
- Isi Doktrin Tritunggal
Memang untuk memahami sepenuhnya doktrin ini adalah tidak mungkin.
Namun demikian, semua fakta dalam Alkitab telah menunjukkan kebenaran dan
memberi pencerahan kepada kita untuk mengerti dan dapat menyimpulkan (memahami
kebenaran) dari pengajaran ini. Ada 3 pernyataan penting dalam definisi Allah
Tritunggal: 1. Allah adalah (3) Pribadi (Bapa, Anak, dan Roh Kudus). 2.
Masing-masing Pribadi Allah adalah Allah yang sempurna. 3. Mereka (3) Pribadi,
tetapi Allah yang Esa; satu esensi.
- Allah adalah 3 Pribadi (Bapa, Anak, dan
Roh Kudus)
Yang artinya bahwa Allah Bapa bukan Allah Anak, Allah Anak bukan
Allah Roh Kudus, dan Allah Roh Kudus bukan Allah Bapa. Hal ini dinyatakan jelas
dalam Alkitab Matius 28:19, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa
murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus."
Masing-masing pribadi Allah ini mempunyai kepribadian, kehendak, dan perasaan.
Dalam hal ini, Roh Kudus juga termasuk di dalamnya. Secara jelas dikatakan Roh
Kudus bukan hanya kuasa dan kekuatan, melainkan juga seorang Pribadi. Yohanes
14:26, "Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa
dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan
mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."
2. Masing-masing
Pribadi Allah Itu adalah Allah yang Sempurna.
a. Keallahan
Bapa tidak terlalu sulit untuk diterima karena Alkitab jelas sekali
menyebutnya. Dengan membaca Perjanjian Baru sepintas, akan menunjukkan bahwa
Allah Bapa seringkali dikenal sebagai Allah. Roma 1:7, "Kepada kamu
sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan
dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera
dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus."
b. Ajaran
tentang keilahian Kristus sangat penting bagi iman Kristen. "Apakah
pendapatmu tentang Kristus?" merupakan pertanyaan utama dalam kehidupan
setiap orang Kristen (Matius 16:15). Memang Yesus adalah manusia yang paling luhur,
dan Ia jelas jauh lebih besar daripada manusia biasa. Perjanjian Baru
menunjukkan bahwa Dia adalah Allah dengan berbagai cara. Yohanes 1:15,
"Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: 'Inilah Dia,
yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang
telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.'"
Ada atribut-atribut personal
tertentu yang dengannya 3 pribadi itu dibedakan: Bapa - Pencipta; Anak -
Penebus; Roh Kudus - yang memberi kelahiran baru
c. Keallahan Roh
Kudus juga disebutkan jelas dalam Alkitab. Roh Kudus memiliki kepribadian):
Sebelum dapat ditunjukkan bahwa Roh kudus itu Allah, harus ditetapkan dulu
bahwa Ia berkepribadian dan bukan sekadar pengaruh atau kuasa ilahi. Roh kudus
disebut Penolong (Penghibur). Istilah ini dipakai baik untuk Roh Kudus maupun
untuk Kristus, dan karena istilah ini mengungkapkan kepribadian bila digunakan
untuk Kristus, maka hal yang sama juga berlaku untuk Roh Kudus. Ia memililki
tiga unsur utama kepribadian: Akal, perasaan, dan kehendak. 1 Korintus 2:10-11,
"Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh
menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri
manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah
tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh
Allah."
- Tiga Pribadi, Tetapi Allah yang Esa;
Satu Esensi
Mereka adalah 3 Pribadi, tetapi Allah yang Esa; satu esensi Allah
adalah Allah yang Esa (satu); ketiga Pribadi Allah ini tidak hanya satu dalam
tujuan, tetapi Mereka juga satu dalam esensi dan hakikat. Seluruh esensi yang
tidak terbagi dari Allah dimiliki oleh ketiga Pribadi ini secara setara dan
penuh, tetapi Ketiganya memunyai kesatuan esensi. Dalam 1 Timotius 2:5,
"Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara
Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus."
- Hubungan Antara Ketiga Pribadi Tritunggal
- Ketiga Pribadi Allah Tritunggal memunyai
perbedaan dalam fungsi utamanya.
Setiap Pribadi di dalam Tritunggal memiliki peran yang berbeda.
Karya keselamatan dalam pengertian tertentu merupakan pekerjaan dari ketiga
Pribadi Allah Tritunggal. Namun, dalam pelaksanaannya ada peran yang berbeda
yang dikerjakan oleh Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Bapa memprakarsai penciptaan
dan penebusan; Anak menebus ciptaan; dan Roh Kudus melahirbarukan dan
menguduskan ciptaan, dalam rangka mengaplikasikan penebusan kepada orang-orang
percaya.
Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus memunyai kesetaraan dalam
keallahannya, tetapi tidak dalam menjalankan fungsinya karena Allah Bapa
memegang pimpinan tertinggi (sesuai dengan nama yang diberikan
"Bapa"). Allah Bapa memberikan ketetapan Allah, Allah Anak menjalankan
ketetapan Allah, Allah Roh Kudus menjaga dan memelihara akan pelaksanaan
ketetapan Allah.
- Dalam hal keselamatan
a. Allah Bapa
merencanakan dan mengirim Allah Anak ke dunia. Yohanes 3:16, "Karena
begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan
Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak
binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
b. Allah Anak
taat kepada Bapa dan melaksanakan penebusan. Yohanes 6:38, "Sebab Aku
telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk
melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku."
c. Allah Roh
Kudus dikirim oleh Allah Bapa dan Anak untuk mengefektifkan penebusan. Yohanes
14:26, "Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa
dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan
mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."
- Pentingnya Doktrin Tritunggal dalam Iman
Kristen
Dengan demikian, seluruh pengertian keselamatan Kristen dan
penerapannya pada pengalaman manusia bergantung pada ketritunggalan Allah. Hal
itu begitu penting maknanya. Ketritunggalan Allah juga merupakan dasar pokok
penegasan bahwa Allah itu kasih adanya. Allah tidak kesepian, yang memerlukan
ciptaan sebagai objek kasih-Nya. Sebagai Tritunggal, Allah sudah puas dengan
diri-Nya dan tidak perlu menciptakan ataupun menyelamatkan. Penciptaan dan
penyelamatan merupakan tindakan kemurahan hati sepenuhnya, ungkapan Allah
sebagai kasih yang bebas dan abadi.
Merenungkan Allah dalam ketritunggalan-Nya, Bapa, Anak dan Roh
Kudus, yang dapat dibeda-bedakan menurut oknum dan tugasnya tetapi merupakan
keesaan yang sempurna dan harmonis dalam kasih mengasihi yang kekal, membuat
orang melihat sesuatu yang agung, bahkan indah dan menarik. Sepanjang masa,
misteri yang mulia itu telah menggerakkan hati orang dan membawanya kepada
puncak pemujaan, ibadah, kasih, dan pujian.
Doktrin Keselamatan akan mengalami kesulitan besar jika kita
menolak keallahan Anak dan Roh Kudus. Doktrin pembenaran hanya melalui iman
akan sulit diterima jika kita menolak keallahan Yesus dan Roh Kudus. Jika Yesus
bukan Allah yang sejati, maka kita tidak bisa lagi menyembah Dia seperti apa
yang diperintahkan Alkitab. Ketidakbergantungan Allah sulit dipercaya jika
ketiga Pribadi Tritunggal ini bukanlah Allah yang setara. Allah yang berpribadi
membutuhkan pihak yang lain untuk berhubungan.
Akhir
Pelajaran (DAS-P04)
DOA
"Terima kasih Tuhan atas kasih karunia yang Engkau berikan
kepada kami dan untuk penyertaan-Mu yang sempurna atas kami, sehingga kami
diberkati dan mengalami damai sejahtera atas pengetahuan yang sudah kami
pelajari hari ini: mengenai Allah Tritunggal. Biarlah pengetahuan ini dapat
kami bagikan kepada orang lain, sehingga mereka juga memperoleh berkat.
Amin."
Mari kembali ke pernyataan Shema Yisrael yang diucapkan oleh Moshe/ משה/ Musa dan yang juga diucapkan oleh Yeshua/ ישוע / Yesus dalam Injil Markus pasal 12 khususnya di ayat 29 - 31 berikut ini 👇
BalasHapus" שמע ישראל יהוה אלהינו יהוה אחד. ואהבתא את יהוה אלהיך בכל לבבך ובכל נפשך ובכל מאדך ואהבתא לרעך כמוך. "
☝👇
Cara membacanya 👉 " Shema Yisrael YHWH ( Adonai ) Eloheinu YHWH ( Adonai ) ekhad. V'ahavta et YHWH ( Adonai ) Eloheikha bekol levavkha uvkol nafsheka uvkol meodekha v'ahavta lereakha kamokha. "
☝👇
"Terjemahannya 👉 " Dengarlah, hai Israel: YHWH ( Adonai ) Elohim kita: YHWH ( Adonai ) itu satu. Dan kasihilah YHWH ( Adonai ) Elohimmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. "
🕎✡🐟✝🕊🇮🇱
Pak Denis.... PERJANJIAN BARU Berbahasa Yunani Pak bukan Ibrani.....
BalasHapusBetul PB itu berbahasa Yunani tp Yesus ( nama IbraniNya Yeshua/ ישוע ) sama orang-orang sekelilingNya ( sebagian besar orang Yahudi ) yg berbahasa Ibrani, keimanan mereka adalah kepada YHWH ( Adonai ) yang satu ( seperti dijabarkan dalam Ulangan 6 : 4 ).
Hapus