|
Nama Kursus
|
:
|
Doktrin
Allah Sejati
|
|
Nama
Pelajaran
|
:
|
Keberadaan
Allah dan Pengenalan akan Allah
|
|
Kode
Pelajaran
|
:
|
DAS-P01
|
Pelajaran 01.
KEBERADAAN ALLAH DAN PENGENALAN AKAN ALLAH
DAFTAR ISI
- Keberadaan Allah
- Bukti Alkitab
- Bentuk Penyangkalan akan Keberadaan
Allah
- Argumentasi Rasional akan Keberadaan
Allah
- Alasan Mengapa Manusia Menggunakan
Pendekatan Rasional untuk Menemukan Kebenaran tentang Allah
- Pengenalan Akan Allah
- Pengenalan akan Allah yang Benar
- Penyangkalan Pengenalan akan Allah
"Pendapat Penganut Agnostisisme"
- Penyataan Allah Sendiri Sebagai Syarat
Mutlak untuk Pengenalan akan Allah
Doa
KEBERADAAN ALLAH DAN PENGENALAN AKAN ALLAH
"Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.
Sebab barang siapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada,
dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari
Dia".
(Ibrani 11:6).
(Ibrani 11:6).
- Keberadaan Allah
Orang Kristen menerima kebenaran tentang keberadaan Allah dengan
iman. Tetapi iman ini bukanlah iman yang buta, melainkan berdasarkan bukti, dan
bukti ini ditemukan di dalam Alkitab sebagai firman Allah dan wahyu Allah
melalui ciptaan-Nya. Wahyu Allah ini adalah dasar dari iman kita tentang
keberadaan Allah, dan membuat iman tersebut seluruhnya bersifat masuk akal.
Satu hal yang harus selalu kita ingat adalah, bahwa hanya melalui iman saja
maka kita dapat menerima tentang kebenaran wahyu Allah dan mampu memiliki
pemahaman yang benar ke dalam isi iman itu.
- Bukti Alkitab
Manusia sudah memunyai kesadaran di dalam dirinya tentang
keberadaan Allah (meskipun hanya samar-samar), tetapi Alkitab mengatakan bahwa
manusia menolak kesaksian ini (Roma 1:18-32). Tugas orang Kristen adalah
menghadapkan orang bukan Kristen pada Allah, bukan untuk mempertimbangkan
perkiraan bahwa mungkin Allah ada. Melainkan mengubah konsep berpikir mereka
dengan menanamkan suatu keyakinan sebagai iman dasar bahwa Allah yang benar
adalah Allah yang terdapat dalam Tuhan Yesus Kristus, seperti yang telah
tertulis dalam Alkitab. Sementara itu, Roh Kudus akan menolong mereka untuk
mengenal Allah dengan lebih baik dan memberikan suatu kehidupan yang baru bagi
mereka melalui kelahiran kembali. Karena orang berdosa hanya dapat memperoleh
pengetahuan sesungguhnya tentang Allah melalui dilahirkan kembali oleh Roh Kudus
pada waktu mereka mendengar Injil.
- Bentuk Penyangkalan Terhadap Keberadaan
Allah
Orang-orang yang memperbandingkan agama mengakui kenyataan bahwa
ide tentang keberadaan Allah itu bersifat universal. Karena Allah dianggap ada
dalam setiap suku bangsa dan agama. Ide tentang Allah ini bahkan ditemukan di
dalam bangsa-bangsa dan suku-suku yang paling tak beradab sekalipun di dunia
ini. Akan tetapi, hal ini tidak berarti bahwa sama sekali tidak ada orang yang
menyangkal keberadaan Allah, dan tidak berarti juga bahwa orang-orang yang
tinggal di negara-negara Kristen tidak ada yang menyangkal keberadaan Allah.
Karena fakta menunjukkan, bahwa dari masa ke masa telah banyak orang yang
secara terang-terangan menyangkal akan keberadaan Allah.
Dewasa ini, terdapat beberapa kelompok tertentu yang menyangkal
keberadaan Allah. Sifat dan bobot penyangkalan mereka pun berbeda-beda. Berikut
ini kita akan melihat beberapa macam penyangkalan manusia terhadap keberadaan
Allah.
- Penyangkalan Mutlak (Ateis)
Kelompok pertama, adalah orang yang menyangkal keberadaan Allah
secara mutlak. Bentuk dari penyangkalan semacam ini masih digolongkan dalam 2
kategori, yaitu:
- Ateis Teoritis/Sejati
Sesuai dengan namanya, Ateis Teoritis merupakan orang-orang yang
mendasarkan penyangkalannya terhadap Tuhan pada suatu proses pemikiran.
Biasanya mereka adalah tipe orang yang lebih intelektual dan berusaha untuk
membenarkan keyakinan bahwa Allah tidak ada dengan argumentasi rasional.
Penyangkalan orang-orang ini dapat juga disebut sebagai penyangkalan yang
mutlak, karena mereka benar-benar menolak keberadaan Tuhan secara
terang-terangan. Keberadaan orang-orang semacam ini sempat disinggung dalam
salah satu bagian nats pada Alkitab. Di mana dikatakan dalam 2 Korintus 4:4-5,
"Yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan
oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang
kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. Sebab bukan diri kami yang kami
beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu
karena kehendak Yesus."
- Ateis Praktis
Orang-orang yang tidak peduli apakah Allah ada atau tidak. Dalam
hidup sehari-harinya ia tidak mengindahkan tentang adanya Tuhan, sehingga ia
menjalani hidup dengan beranggapan seolah-olah Tuhan itu tidak ada. Mazmur
14:1, "Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam
hatinya: 'Tidak ada Allah.' Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang
berbuat baik." Mazmur 10:4, "Kata orang fasik itu dengan batang
hidungnya ke atas: 'Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!', itulah
seluruh pikirannya."
- Konsep-Konsep Kontemporer (masa kini)
yang Salah
Di dalam perkembangan ilmu teologi, kita juga menemui beberapa
pandangan yang salah dalam memberikan konsep dasar pemahaman mereka tentang
Allah. Adapun beberapa konsep kontemporer tersebut adalah sebagai berikut.
- Allah yang imanen saja
Konsep ini memiliki pemahaman bahwa kehadiran dan kuasa Allah
memang senantiasa berlaku dalam ciptaan-Nya. Keberadaan Allah bukanlah sesuatu
yang jauh, dan juga Ia bukanlah Allah yang masa bodoh. Termasuk Ia merasuk ke
segala sesuatu bahkan ke dalam kehidupan ciptaan-Nya.
- Allah yang transenden saja
Konsep ini memiliki pendapat bahwa Allah terlepas dari
ciptaan-Nya, sebagai Pribadi yang berdaulat dan bebas bertindak sendiri dan
yang ada dengan sendiri-Nya. Ia tidak dikungkung oleh alam, tetapi tanpa batas.
- Allah yang terbatas
Pengertian ini menyiratkan bahwa Allah dibatasi oleh alam semesta,
ruang dan waktu, atau terikat pada alam semesta. Konsep ini secara terang-terangan
menyatakan bahwa Allah itu memiliki keterbatasan dan tentu saja secara tidak
langsung telah menyangkal kemahakuasaan Allah.
Argumentasi
Rasional tentang Keberadaan Allah
Di sepanjang
zaman, argumen-argumen rasional tentang keberadaan Allah terus dikembangkan,
dan memperoleh dasar pijakan dalam ilmu teologi, karena mereka beranggapan
bahwa keberadaan tentang Allah dapat dibuktikan secara rasional. Sebagian dari
argumen ini pada hakikatnya sudah dikemukakan oleh Plato dan Aristoteles, dan
sebagian lain ditambahkan ke dalam zaman modern oleh para mahasiswa filsafat
agama. Beberapa argumen yang paling umum:- Kosmologi (sebab-akibat)
Pandangan klasik yang dikemukakan oleh Thomas Aquinas:
- Keberadaan dunia memerlukan oknum
tertinggi (tidak terbatas) yang menyebabkan keberadaannya itu.
- Setiap kejadian selalu ada sebabnya,
yang juga pada gilirannya memunyai sebab, dan seterusnya sampai pada
sebab dan penyebab yang pertama, yaitu Allah.
- Teleologi
Perluasan dari argumen kosmologis, yang sebenarnya adalah
pandangan purba yang masuk ke dunia barat melalui Plato. Pandangan ini
digambarkan dengan analogi jam yang ditemukan di atas tanah. Tidak mungkin jam
itu terjadi secara kebetulan saja, pasti ada seorang ahli yang membuatnya.
Begitu juga dengan alam semesta, pasti diciptakan oleh seorang Perencana Agung.
- Moral/Antropologis
Imanuel Kant mengatakan bahwa manusia memiliki kesadaran akan
adanya kebaikan (moralitas) yang "Tertinggi". Allah adalah
"landasan" kehidupan moral, sebagai nilai transenden yang hanya
dimiliki oleh Allah. Sebagian orang sering menyaksikan perbedaan yang terjadi,
antara kelakuan moral manusia dan kemakmuran yang mereka nikmati dalam hidup
dimasa sekarang. Mereka berpendapat bahwa hal ini membutuhkan penyesuaian di
masa yang akan datang, yang pada gilirannya membutuhkan seorang hakim yang
benar.
- Ontologi
Pandangan klasik yang diberikan oleh Anselmus ini menyatakan bahwa
manusia memunyai ide tentang adanya suatu keberadaan yang sempurna secara
mutlak, sehingga yang mutlak itu harus ada. Fakta bahwa kita memunyai ide
tentang Allah belum dapat membuktikan keberadaan-Nya yang objektif. Lebih jauh
lagi, argumen ini mengandaikan bahwa pengetahuan tentang keberadaan Allah yang
memang ada dalam akal manusia, mungkin diturunkan dari pemikiran logis.
- Historis/Etnologis
Adanya perasaan tentang yang ilahi yang bersifat universal dari
sifat dasar manusia sehingga mengharuskan akan adanya keberadaan yang Maha
Tinggi.
Alasan
Mengapa Manusia Menggunakan Pendekatan Rasional untuk Menemukan Kebenaran
tentang Allah.
- Alasan Teologis
Meskipun sudah jatuh ke dalam dosa, manusia tetap merupakan
makhluk yang diciptakan menurut rupa dan gambar Allah, yaitu dengan akal budi.
Oleh sebab itu, Allah tidak sepenuhnya absen dari pikiran manusia sehingga
penalaran manusia tentang dunia mungkin saja merupakan jalan kepada Allah.
- Alasan Alkitabiah
Paulus dan Tuhan Yesus seringkali berdebat di depan umum untuk
memberikan pembelaan Injil terhadap kritik rasional. Petrus dan Paulus sering
menyebut suara hati orang kafir sebagai tolok ukur sifat moral Kristen (Kisah
Para Rasul 19; 17; 1 Timotius. 3:7; 1 Petrus 3:16).
- Alasan Penginjilan
Ada jurang yang sangat lebar antara orang Kristen dan orang yang
belum percaya. Oleh karena itu, seringkali dibutuhkan jembatan untuk membantu
menghilangkan praduga yang salah bahwa untuk menjadi Kristen seseorang harus
membunuh akal budinya.
Pengenalan
Akan Allah
Di satu pihak Gereja Kristen mengakui bahwa Allah adalah Pribadi
yang terjangkau pengertian manusia, namun di pihak lain mereka juga mengakui
bahwa Allah dapat dikenal dan bahwa pengenalan akan Dia adalah syarat mutlak
untuk keselamatan. Seperti yang tertulis dalam Hosea 6:3, "Marilah kita
mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan; Ia pasti muncul seperti
fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim
yang mengairi bumi."
1. Pengenalan akan Allah yang Benar
a.
Pengertian Allah Menurut Alkitab
§ 1 Yohanes 5:20, "Akan tetapi kita tahu,
bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita,
supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam
Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal."
Yohanes 17:3, "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal
Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah
Engkau utus."
§ Yohanes 4:24, "Allah itu Roh dan
barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." 1
Timotius 6:16, "Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut,
bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia
dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nya hormat dan kuasa yang
kekal! Amin."
§ Maleakhi 2:10, "Bukankah kita sekalian
memunyai satu Bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat
satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita?
Yohanes 14:9b, "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa;
bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami."
§ Keluaran 15:11, "Siapakah yang seperti Engkau,
di antara para allah, ya Tuhan; siapakah seperti Engkau, mulia karena
kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat
keajaiban? Mazmur 147:5, "Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan,
kebijaksanaan-Nya tak terhingga."
b. Pengertian bahwa Allah Tidak Dapat Dimengerti,
Tetapi Dapat Dikenali
§ Allah tidak dapat dimengerti/dipahami secara
mutlak. Tidak ada seorang pun yang memunyai kemampuan untuk memahami Allah
secara sepenuhnya. Ada sebuah benteng yang dibangun untuk menghalangi kita
memahami Allah secara penuh. Kita adalah makhluk yang terbatas, sedangkan
keberadaan Allah adalah tak terbatas (Ayub 11:7; Yesaya 40:18; Ulangan 29:29).
§ Meski demikian, Allah dapat dikenali secara
pribadi. Namun, manusia tidak mungkin dapat memperoleh pengenalan yang lengkap,
menyeluruh, dan sempurna tentang Dia (Yohanes 14:7; 17:3; 1 Yohanes 5:20).
Penyangkalan
Pengenalan akan Allah "Pendapat Penganut Agnostisisme"
Pendapat
penganut Agnostisisme, bahwa manusia dapat mengenal Allah telah disangkal berdasarkan
berbagai alasan. Penyangkalan ini pada umumnya didasarkan akan
keterbatasan-keterbatasan daya nalar manusia.Hume disebut sebagai bapa agnostisisme modern. Ia tidak menyangkal eksistensi Allah, tetapi ia menegaskan bahwa kita tidak memunyai pengenalan yang benar tentang sifat-sifat-Nya. Agnostisisme Hume adalah hasil dari prinsip umum bahwa semua pengetahuan didasarkan pada pengalaman.
Penyataan
Allah Sendiri Sebagai Syarat Mutlak untuk Pengenalan akan Allah
Berdasarkan
sejarah, Allah menggunakan dua cara dalam mengambil prakarsa untuk menyatakan
diri-Nya, disebut penyataan umum dan penyataan khusus.- Penyataan Allah
Penyataan Allah adalah perbuatan Allah yang menyatakan/menunjukkan
kebenaran-Nya kepada manusia. Harus diakui bahwa sekian lama manusia telah
dibutakan oleh dosa sehingga manusia tidak dapat mengenal Allah yang benar.
Penyataan Allah inilah yang kemudian membuktikan bahwa Allah itu benar-benar
ada dan perlu bagi manusia untuk mengenal-Nya.
- Penyataan sebagai sumber untuk mengenal Allah
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa penyataan Allah
merupakan cara Allah untuk dikenal oleh manusia. Penyataan itu sendiri dibagi
menjadi dua macam yaitu sebagai berikut ini.
- Penyataan Umum
Penyataan umum mencakup segala sesuatu yang dinyatakan Allah di
dalam dunia sekitar kita, termasuk manusia.
Sarana Penyataan Umum: Adapun sarana yang dapat dipakai Allah
untuk secara umum menyatakan diri-Nya adalah melalui sejarah, alam semesta, dan
hati nurani (Mazmur 19:1-2; Roma 1:19-20; 2:14,15).
- Penyataan Khusus
Penyataan khusus mencakup berbagai cara yang dipakai Allah untuk
menyampaikan wahyu-Nya yang disusun di dalam Alkitab.
Sarana Penyataan Khusus: Penyataan khusus yang dipakai Allah untuk
memperkenalkan diri-Nya kepada umat manusia adalah melalui kehadiran Yesus
Kristus dan Alkitab (Bilangan 12:6-8; Ibrani 1:1; 2 Petrus 1:21).
Akhir Pelajaran (DAS-P01)
DOA
"Kami sungguh mengucap syukur atas anugerah yang Engkau
berikan bagi kami, sehingga kami diperkenankan untuk mengenal lebih dekat lagi kepribadian
Allah yang selama ini telah menjadi mercusuar dalam kehidupan kami. Urapilah
kami lebih lagi agar kami dapat membagi berkat rohani ini kepada orang lain.
Amin."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar