|
Nama Kursus
|
:
|
Doktrin
Allah Sejati
|
|
Nama
Pelajaran
|
:
|
Atribut-Atribut
Allah
|
|
Kode
Pelajaran
|
:
|
DAS-P03
|
Pelajaran 03.
ATRIBUT-ATRIBUT ALLAH
Daftar Isi
Bacaan Alkitab: 1 Petrus 2:9.
- Istilah "Atribut"
- Pembagian Atribut-Atribut Allah
- Atribut/Sifat-Sifat Unik
(incommunicable)
- Ketidakbergantungan Allah
- Ketidakberubahan Allah
- Kekekalan Allah
- Kemahahadiran Allah
- Kesatuan Allah
- 2. Atribut-Atribut/Sifat-Sifat yang
Tidak Unik (communicable)
- Keberadaan Allah -- Spiritualitas Allah
- Atribut-Atribut Mental/Intelektual
- Atribut-Atribut Moral
- Atribut-Atribut Lain
Doa
ATRIBUT-ATRIBUT
ALLAH
"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani,
bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan
perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari
kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib".
(1 Petrus 2:9)
(1 Petrus 2:9)
- Istilah "Atribut"
Istilah "Atribut" memiliki arti "yang melekat"
atau "dimiliki."
- Pembagian Atribut-Atribut Allah
- Atribut/Sifat yang Unik
Atribut atau sifat unik Allah dapat diartikan sebagai atribut
Allah yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan-Nya. Adapun beberapa atribut
unik yang dimiliki oleh Allah adalah sebagai berikut.
- Ketidakbergantungan Allah
Allah tidak membutuhkan
ciptaan-Nya untuk alasan apa pun juga, namun demikian ciptaan-Nya dapat
mempermuliakan Dia dan memberikan sukacita kepada-Nya (Kisah Para Rasul
17:24-25; Ayub 41:11; Mazmur 50:10-12). Tuhan juga tidak menciptakan manusia
karena Ia kesepian (Yohanes 17:5,24). Allah Tritunggal di dalam diri-Nya
mempunyai kepenuhan kesempurnaan yang mutlak, baik dalam komunikasi, kasih,
atau kebutuhan-kebutuhan lain. Ketidakbergantungan Allah juga menyatakan bahwa
Allah tidak diciptakan dan tidak ada peristiwa terjadinya keberadaan Allah (Wahyu
4:11; Yohanes 1:3; Mazmur 90:2; Roma 11:35-36; Keluaran 3:14.) Justru
keberadaan Allah yang menyebabkan segala sesuatu ada dan tetap ada untuk
selama-lamanya.
Jika Tuhan tidak membutuhkan
manusia dan apa pun juga, lalu untuk apa manusia diciptakan-Nya? Tuhan tidak
harus menciptakan manusia, tetapi Tuhan memilih untuk menciptakan manusia.
Tuhan menciptakan manusia dan ciptaan-Nya yang lain dengan tujuan untuk
kemuliaan-Nya.
- Ketidakberubahan Allah
Ketidakberubahan ini adalah
kesempurnaan dari Allah, yang dengan-Nya Ia tidak mungkin mengalami perubahan,
bukan saja dalam keberadaan-Nya, tetapi juga dalam segala kesempurnaan-Nya.
Allah tidak berubah dalam hakikat/jati diri-Nya, tujuan-Nya, dan
janji-janji-Nya. Namun demikian, Allah memang bertindak dan merasakan emosi. Ia
bertindak dan merasakan secara berbeda dalam merespons situasi-situasi yang
berbeda.
§ Allah tidak
berubah sesuai dengan yang dinyatakan Alkitab dalam Maleakhi 3:6;
"Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan
lenyap."
- Pentingnya doktrin ketidakberubahan
Allah :
Allah tidak mungkin berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk. Jika Allah berubah, maka itu berarti bahwa janji-janji Allah juga tidak mungkin bisa dipercaya. - Kekekalan Allah
Allah tidak mempunyai awal atau
akhir; atau urutan-urutan momen dalam hakikat-Nya. Dan, Ia melihat semua waktu
secara jelas dan "sederajat"; Allah melihat semua peristiwa dalam
waktu dan bertindak dalam waktu.
Doktrin ini mengajarkan bahwa
Allah tidak terbatas/dibatasi oleh waktu. Allah tidak berubah dengan/oleh waktu
(Wahyu 1:8). Bagi Allah peristiwa masa lampau, masa yang akan datang, ataupun
masa sekarang adalah sama jelasnya.
- Kemahahadiran Allah
Allah tidak mempunyai dimensi
bentuk atau tempat dan Ia ada/hadir pada setiap tempat dengan seluruh
hakikat-Nya. Namun demikian, Allah bertindak secara berbeda di tempat yang
berbeda.
Allah hadir di mana-mana: Mazmur
139:7-10, "Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari
dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh
tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dengan
sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan
menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku." Allah ada di mana-mana: 1
Raja-raja 8:27, "Tetapi benarkah Allah hendak diam di atas bumi?
Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat
memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini."
- Kesatuan Allah
Atribut ini menekankan kesatuan
Allah, kenyataan bahwa Ia secara angka adalah satu dan bahwa Ia adalah unik.
Istilah ini juga mengandung pengertian bahwa hanya ada satu keberadaan Ilahi,
bahwa dari natur atribut ini tidak mungkin ada yang lain selain satu Keberadaan
Ilahi dan semua keberadaan yang lain ada dan melalui serta kepada-Nya. Alkitab
mengajarkan kepada kita melalui sejumlah ayat-ayatnya bahwa hanya ada satu
Allah yang benar (baca 1 Raja-raja 8:60). Allah tidak terbagi-bagi ke dalam
bagian-bagian; namun demikian kita melihat atribut-atribut Allah yang berbeda
ditekankan pada saat-saat yang berbeda.
- Atribut-atribut/Sifat-sifat yang Tidak
Unik
Atribut/sifat-sifat Allah adalah atribut Allah yang juga dimiliki
oleh makhluk ciptaan-Nya; dalam batas-batas tertentu.
- Keberadaan Allah
Spiritualitas Allah, seperti yang
tertulis dalam Yohanes 4:24, "Allah adalah 'Roh' dan Allah juga tidak
kelihatan (artinya: esensi total Allah; dan semua hakikat spiritual Allah;
tidak akan pernah dilihat oleh manusia. Namun demikian, Allah masih
memperlihatkan diri-Nya kepada kita melalui hal-hal yang kelihatan dan yang
diciptakan."
- Atribut-Atribut Mental/Intelektual
- Kemahatahuan Allah
Allah mengetahui segala sesuatu
tentang diri-Nya dan juga segala sesuatu dalam tindakan kekekalan. Allah
mengetahui segala sesuatu dan mengenalnya secara sempurna, mencakup masa waktu
lampau ataupun masa yang akan datang. Ia adalah Pencipta segala sesuatu. Ibrani
4:13, "Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya,
sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya
kita harus memberikan pertanggungan jawab."
- Kebijaksanaan Allah
Kebijaksanaan Allah dapat dianggap
sebagai aspek tertentu dari pengetahuan-Nya. Jelas terbukti bahwa hikmat dan
kebijaksanaan tidaklah sama, walaupun keduanya terkait erat. Keduanya tidak
harus saling menyertai. Seseorang yang tidak berpendidikan mungkin saja lebih
unggul dari seorang terpelajar dalam hal kebijaksanaannya. Pengetahuan
diperoleh melalui belajar, akan tetapi kebijaksanaan diperoleh melalui
pemahaman-pemahaman intuitif atas hal-hal yang di sekitar. Pengetahuan bersifat
teoritis, sedangkan kebijaksanaan bersifat praktis, dan menjadikan pengetahuan
menjadi pelayan atas tujuan-tujuan yang tertentu. Keduanya tidak sempurna dalam
diri manusia, akan tetapi dalam diri Allah keduanya ditandai oleh kesempurnaan
yang mutlak. Allah selalu memilih tujuan yang terbaik dan cara yang terbaik
untuk mencapai tujuan itu, dan memilih alat yang terbaik untuk realisasi dari
tujuan-tujuan-Nya. Ayub 12:13, "Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan,
Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian."
- Kebenaran dan Kesetiaan Allah
Allah adalah Yang Benar. Semua
pengetahuan kebenaran dan janji-janji-Nya adalah benar dan menjadi standar
akhir kebenaran. 1 Yohanes 5:20, "Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah
telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita
mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus
Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal."
- Atribut-Atribut Moral
- Kebaikan Allah
Hukum Allah merefleksikan kebaikan
Allah. Kebaikan Allah bukan merupakan tindakan yang sembarangan. Allah menaati
suatu hukum, tetapi hukum yang Ia taati merupakan hukum yang berdasar pada
karakter-Nya. Dia selalu bertindak sesuai dengan karakter-Nya yang kekal, tidak
berubah dan pada dasarnya baik. Yakobus mengajarkan bahwa setiap yang baik dan
yang sempurna merupakan pemberian Allah. Dia bukan hanya merupakan standar
tertinggi dari kebaikan, melainkan juga sumber dari semua kebaikan. Salah satu
ayat yang paling terkenal dalam Perjanjian Baru adalah Roma 8:28, "Kita
tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk
mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang
terpanggil sesuai dengan rencana Allah".
- Kasih Allah
Kita percaya kepada Allah yang
adalah kasih, dan bukti kasih Allah kepada manusia adalah melalui anak-Nya yang
tunggal Yesus Kristus. Bukti itu telah digenapi oleh pengorbanan Kristus di
kayu salib untuk menebus segala dosa manusia. Allah yang dalam kekekalan-Nya
memberikan diri-Nya kepada yang lain. "Karena begitu besar kasih Allah
akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya
setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang
kekal." (Yohanes 3:16) "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak
mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih." (1 Yohanes 4:8)
- Belas kasihan, Kemurahan, Kesabaran
Allah
Belas kasihan, kemurahan, dan
kesabaran Allah dapat kita lihat dari penyertaan dan pemeliharaan-Nya yang sempurna
dalam kehidupan umat-Nya. Mazmur 103:8, "TUHAN adalah penyayang dan
pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia."
- Kekudusan Allah
Allah itu kudus dan terpisah dari
dosa. Kata kudus dalam Alkitab memiliki arti khusus. Yaitu, berarti
"keterpisahan" atau "keberbedaan". Pada waktu kita
mengatakan bahwa Allah kudus, kita diperhadapkan pada perbedaan yang mendalam
antara Allah dengan semua ciptaan. Kekudusan Allah menunjuk pada kemuliaan-Nya,
kemahakuasaan-Nya yang tidak tertandingi oleh siapa pun atau apa pun juga, dan
ini semua menyebabkan Dia layak untuk menerima penghormatan, kemuliaan,
pemujaan, dan penyembahan kita. "Sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab
Aku kudus." (1 Petrus 1:16)
- Kedamaian Allah
Allah sebagai sumber damai
sejahtera bagi umat-Nya. Dalam hakikat diri-Nya dan tindakan-tindakan-Nya Allah
sangat tertib, teratur, dan terkontrol. "Damai sejahtera Kutinggalkan
bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak
seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar
hatimu." (Yohanes 14:27)
- Keadilan dan Kebenaran Allah
Keadilan dan kebenaran Allah
merupakan unsur kekudusan Allah yang tampak di dalam cara Allah menghadapi
manusia ciptaan-Nya. Allah telah menetapkan suatu pemerintahan moral di dalam
dunia, menetapkan hukum-hukum yang adil untuk di taati makhluk-makhluk
ciptaan-Nya serta menetapkan juga sanksi-sanksinya. Kebenaran Allah membesarkan
hati orang percaya karena ia tahu bahwa Allah menghakimi dengan adil, bahwa ia
aman di dalam kebenaran Kristus, dan bahwa segala kebaikannya tidak akan
dilupakan Allah. Allah selalu bertindak sesuai dengan apa yang benar dan Ia
sendiri menjadi standar kebenaran itu. Ulangan 32:4, "Gunung Batu, yang
pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan
tiada kecurangan, adil dan benar Dia."
- Atribut-Atribut Lain
- Kesempurnaan Allah
Allah secara mutlak mempunyai
semua kualitas kesempurnaan dan tidak ada yang kurang dalam semua aspek
kualitas yang baik. Allah lebih dari jumlah total seluruh kesempurnaan-Nya.
Seandainya pun kita mendaftarkan semua sifat Allah yang dapat kita kumpulkan
dari penyataan, kita belum sepenuhnya menggambarkan Allah. Ini karena Allah
tidak bisa dipahami seutuhnya. Bahkan jika seandainya kita dapat mengatakan telah
mempunyai sebuah daftar lengkap dari seluruh kesempurnaan Allah, kita tidak
dapat mengukur artinya, sebab manusia yang terbatas tidak dapat mengerti Allah
yang tak terbatas. Kesempurnaan Allah menggambarkan kesetaraan Allah Bapa,
Anak, dan Roh Kudus. Kesempurnaan itu menguraikan hakikat Allah Tritunggal,
yakni setiap Pribadi dari Trinitas. Matius 5:48, "Karena itu haruslah kamu
sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
- Kemuliaan Allah
Istilah "kemuliaan"
sering ditemukan dalam Alkitab dan biasanya berarti manifestasi keberadaan
Allah. Kemuliaan-Nya mengungkapkan inti keberadaan-Nya sebagai Allah, kemegahan
ilahi-Nya dan keilahian-Nya yang murni. Istilah senada
"kemahatinggian" menunjukkan sifat Allah yang melampaui realitas yang
terbatas. Dalam Alkitab, sifat ini dinyatakan pada saat Allah memperlihatkan
diri di Gunung Sinai (Keluaran 19-24). "Tampaknya kemuliaan Tuhan sebagai
api yang menghanguskan di puncak gunung itu" (Keluaran 24:7). Yehezkiel
menerima wahyu yang menakjubkan tentang Allah di tepi sungai Kebar. (Yehezkiel
1) Paulus bersaksi telah melihat "kemuliaan Allah yang tampak pada wajah
Kristus" (2 Korintus 4:6) dalam penampakan diri Kristus yang menyilaukan
di jalan menuju Damsyik. Kemuliaan ilahi hanya dapat dilihat jika seseorang
menyembah sujud di hadapan-Nya dengan rasa khidmat dan memuja. Wahyu 21:23,
"Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya,
sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya."
- Kemahakuasaan Allah
Kemahakuasaan Allah berarti Allah
berkuasa atas semua ciptaan-Nya. Tidak ada satu ciptaan pun yang berdiri di
luar penguasaan Allah yang berdaulat. Kemahakuasaan Allah merupakan penghiburan
yang besar bagi orang Kristen. Kita tahu bahwa kuasa yang Allah nyatakan melalui
penciptaan alam semesta merupakan kuasa yang Allah pakai untuk menjamin
keselamatan kita. Dia memperlihatkan kuasa-Nya atas kematian pada waktu
kebangkitan Tuhan Yesus. Kita tahu bahwa tidak ada bagian dari penciptaan yang
dapat menggagalkan rencana-Nya di masa yang akan datang. Tidak ada satu molekul
pun yang dapat terlepas dari alam semesta dan mengacaukan rencana Allah.
Meskipun kuasa-kuasa dan kekuatan-kekuatan dunia ini berusaha untuk mengancam
kita, kita tidak perlu takut. Pengetahuan bahwa tidak ada satu pun yang dapat
bertahan melawan kuasa Allah, dapat memberikan kedamaian pada keadaan kita.
Hanya Dialah satu-satunya yang terbesar. Lukas 1:37, "Sebab bagi Allah
tidak ada yang mustahil."
Akhir
Pelajaran (DAS-P03)
DOA
"Segala kemuliaan hanya bagi-Mu di tempat yang maha tinggi,
demikian hati dan jiwa kami mengagungkan Engkau. Kami mengucap syukur atas
hikmat dan pengetahuan yang Engkau berikan kepada kami sehingga kami dapat lebih
memahami pribadi-Mu yang kudus dan berkuasa. Amin."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar